Februari 4, 2026

Klaim Kiamat 25 Desember Berujung Skandal: “Nabi” Ghana Bangun Bahtera, Kumpulkan Donasi, Beli Mercedes-Benz

IMG_20251230_123217

Klaim Kiamat 25 Desember Berujung Skandal: “Nabi” Ghana Bangun Bahtera, Kumpulkan Donasi, Beli Mercedes-Benz

 

Klik-infopol. Com|ACCRA, GHANA – Klaim kiamat kembali memicu kegemparan internasional. Sejumlah warga Ghana berbondong-bondong mendatangi delapan unit “bahtera” yang dibangun oleh seorang pria bernama Eboh Noah, yang mengaku sebagai nabi dan mengklaim menerima wahyu langsung dari Tuhan.

Eboh Noah secara terbuka menyatakan bahwa dunia akan berakhir pada 25 Desember akibat banjir besar, dan hanya mereka yang berada di dalam bahtera miliknya yang akan selamat.

Klaim tersebut menyebar luas melalui ceramah, media sosial, dan jaringan pengikutnya, hingga memicu kepanikan massal di sejumlah wilayah Ghana.

 

Sejak klaim itu beredar, ribuan warga dilaporkan mendatangi lokasi bahtera, berusaha mengamankan tempat yang diyakini sebagai “jalan keselamatan”. Video dan foto yang beredar memperlihatkan kerumunan besar memadati akses menuju lokasi, menciptakan situasi padat, tidak terkendali, dan berisiko terhadap keselamatan publik.

Lebih mengkhawatirkan, muncul laporan bahwa sebagian pengikut menjual harta benda, meninggalkan pekerjaan, bahkan memutus relasi sosial, demi mengikuti ajaran Eboh Noah.

Banyak dari mereka menyerahkan donasi dalam jumlah besar dengan keyakinan dana tersebut digunakan untuk pembangunan bahtera penyelamat.
Namun, hari kiamat yang dijanjikan tak pernah terjadi.

 

Alih-alih memberikan penjelasan rasional, Eboh Noah justru membatalkan klaim kiamatnya secara sepihak, dengan alasan yang dinilai janggal dan tidak konsisten. Kekecewaan pengikut memuncak setelah terungkap bahwa ia membeli sebuah mobil Mercedes-Benz baru yang diduga berasal dari uang donasi para pengikut.

 

Fakta ini memicu kemarahan luas di tengah masyarakat. Banyak pihak menuding Eboh Noah melakukan penipuan berkedok agama, memanfaatkan rasa takut, ketidakpastian hidup, dan janji keselamatan demi keuntungan pribadi. Para pengikut yang telah mengorbankan harta dan masa depan kini hanya bisa menyesali keputusan mereka.

Pemerintah Ghana sejatinya telah mengambil langkah awal.

Pada awal 2025, Eboh Noah sempat diamankan aparat keamanan terkait klaim kiamat dan dampak sosial yang ditimbulkannya. Namun, ia kemudian dibebaskan.

 

Pihak berwenang berdalih bahwa klaim tersebut masih berada dalam ranah keyakinan dan ekspresi keagamaan, sehingga belum dapat diproses secara pidana selama tidak ditemukan unsur penipuan yang dapat dibuktikan secara hukum, kekerasan, atau pelanggaran lainnya. Meski demikian, aparat menyatakan pemantauan ketat tetap dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sejumlah pengamat sosial menilai kasus ini sebagai contoh klasik klaim apokaliptik yang berujung manipulasi massal, terutama di tengah kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang rentan.

Fenomena serupa di berbagai negara kerap berakhir dengan kerugian besar, trauma sosial, bahkan korban jiwa.
Hingga kini, tidak ada bukti ilmiah maupun pernyataan resmi yang mendukung klaim kiamat tersebut.

Kontroversi Eboh Noah terus bergulir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial internasional, sekaligus menjadi peringatan keras tentang bahaya literasi informasi yang rendah dan lemahnya perlindungan masyarakat dari manipulasi berkedok keyakinan.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa iman tidak boleh dijadikan alat eksploitasi, dan negara memiliki tanggung jawab tegas untuk hadir sebelum kepanikan berubah menjadi tragedi.

 

Andry Bria
Redaksi: Klik-Infopol.com — Suara Rakyat, Fakta & Integritas
Sumber: Monday People, 2025