“Proyek Rp20,4 Miliar Jalan Umasukaer–Balibo Disorot, Pekerjaan Belum Tuntas;
“Proyek Rp20,4 Miliar Jalan Umasukaer–Balibo Disorot, Pekerjaan Belum Tuntas;
PHO Dinyatakan Rampung, Pekerjaan Minor Jalan Masih Bermasalah, PT Bahagia Timor Mandiri Disorot”
Klik-infopol.com|malaka,umasukaer— Pekerjaan pelebaran dan pengaspalan ruas jalan Umasukaer–Balibo, Kabupaten Malaka, yang dikerjakan oleh PT Bahagia Timor Mandiri dan telah dinyatakan PHO (Provisional Hand Over), masih menyisakan sejumlah persoalan di lapangan.
Pantauan langsung menunjukkan bahwa sejumlah pekerjaan minor belum dituntaskan, terutama pada bagian penahan badan jalan, kondisi drainase, serta sisa material proyek yang masih berserakan di tepi ruas jalan utama. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik terkait kualitas hasil akhir pekerjaan proyek bernilai Rp20,4 miliar yang bersumber dari APBN.
Sorotan keras datang dari Kepala Desa Kateri, Marselus Seran (Lodo).
Ia mempertanyakan mutu pekerjaan, khususnya pada struktur penahan badan jalan yang dinilai belum dikerjakan secara maksimal. Pada Selasa (3/2/2026) sore, terlihat pekerja dari kontraktor pelaksana kembali melakukan perbaikan di beberapa titik yang dipermasalahkan, meski proyek tersebut telah dinyatakan rampung secara administratif.
Selain itu, meskipun badan jalan utama telah dilapisi hotmix, masih ditemukan sejumlah titik bergelombang di sepanjang ruas jalan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kenyamanan pengguna jalan serta daya tahan konstruksi dalam jangka panjang apabila tidak segera diperbaiki secara menyeluruh.
Masalah lain juga terlihat pada saluran drainase dan penahan jalan di beberapa lokasi yang tampak terkelupas, belum dirapikan, dan tidak dibersihkan secara optimal. Sisa material proyek yang dibiarkan di tepi jalan membuat hasil akhir pekerjaan terkesan kurang rapi dan tidak mencerminkan proyek bernilai puluhan miliar rupiah.
Ironisnya, jalan tersebut sudah mulai dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari, bahkan menjadi lokasi olahraga sore warga. Masyarakat berharap pihak kontraktor segera menuntaskan seluruh pekerjaan yang tersisa agar jalan tersebut benar-benar aman, nyaman, dan layak digunakan.
Kepala Desa Kateri menegaskan bahwa meskipun pembangunan jalan patut disyukuri, seluruh pekerjaan harus diselesaikan secara bertanggung jawab dan profesional.
Ia juga meminta pemerintah pusat serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk turun langsung meninjau kondisi di lapangan, tanpa menunggu masa pemeliharaan.
Menurutnya, pengawasan langsung sangat penting agar proyek infrastruktur strategis tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sebagai informasi, proyek pelebaran dan pengaspalan ruas jalan Umasukaer–Balibo di Kabupaten Malaka dikerjakan oleh PT Bahagia Timor Mandiri dengan total anggaran Rp20,4 miliar dari APBN.
——————
Editor: Andry Bria
Redaksi: Klik-Infopol.com – Suara Rakyat, Fakta & Integritas






