Februari 5, 2026

Peneliti Undana Bedah Potensi ‘Premium’ Domba Rote: Aset Strategis NTT yang Terancam Inbreeding.

IMG_20260205_222951_179

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui platform digital Podcast “Undana Talk” membedah urgensi perlindungan Domba Rote (DORET) sebagai kekayaan genetik asli Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski memiliki kualitas daging premium dan ketahanan luar biasa terhadap iklim ekstrem, populasi DORET kini menghadapi ancaman serius berupa penurunan kualitas genetik akibat perkawinan sedarah (inbreeding) yang tidak terkendali.

Diskusi kolaboratif hasil kerjasama Sub Unit Humas – Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana bersama Pos Kupang ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi riset agar hasil laboratorium dapat langsung diakses oleh masyarakat serta menjadi rujukan kebijakan strategis bagi pemerintah daerah.

*Warisan Sejarah dan Kualitas Premium*
Peneliti dari Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana, Ir. Marthen L. Mullik, PG.Dip.Agr.St., Ph.D., IPM., mengungkapkan bahwa DORET adalah aset unik yang telah beradaptasi di lahan kering sejak abad ke-16. Riset kolaboratif tahun 2025 bersama pakar genetika IPB University menunjukkan bahwa 75 persen populasi DORET masuk dalam kategori kualitas premium.

“DORET memiliki ketahanan panas yang luar biasa dan mampu produktif di lingkungan ekstrem. Jika dikelola dengan standar modern, ini adalah komoditas unggulan yang sangat menjanjikan untuk pasar daging nasional,” jelas Dr. Marthen dalam sesi yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pos Kupang tersebut.

*Tantangan Kritis dan Hilirisasi Riset*
Meski potensial, Dr. Marthen memberikan peringatan keras terkait lima permasalahan kunci yang menghambat pengembangan DORET:
– Penurunan Kualitas Genetik: Gejala inbreeding kronis akibat populasi yang terisolasi.
– Krisis Nutrisi: Ketergantungan penuh pada alam tanpa cadangan pakan musim kemarau.
– Manajemen Tradisional: Rendahnya inovasi teknologi pemeliharaan di tingkat peternak.
– Masalah Kesehatan: Risiko infeksi penyakit yang memicu angka kematian ternak.
– Rantai Pasok Lemah: Belum adanya sistem pemasaran dan pengolahan produk turunan yang terintegrasi.

*Menuju Kemandirian Ekonomi Desa*
Langkah edukasi ini selaras dengan visi One Village One Product (OVOP) Pemerintah Provinsi NTT dan komitmen Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang menetapkan DORET sebagai komoditas unggulan daerah. Saat ini, peneliti Undana tengah menyusun buku panduan intervensi konkret untuk memastikan riset bertransformasi menjadi kesejahteraan nyata bagi peternak.

“Kami ingin peternak di pelosok NTT mendapatkan edukasi digital agar mereka mampu melakukan manajemen ternak secara modern,” tambah Dr. Marthen. Undana berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan berkelanjutan guna memastikan Domba Rote tetap menjadi identitas sekaligus penggerak ekonomi unggul bagi masyarakat NTT.

Full Video Youtube Live Streaming : https://www.youtube.com/watch?v=zoHDurMG5Mo&t=3689s

*Narahubung Media:*
Ollien Manggol, S.KM.,MPA.,CRA
Sub Koordinator Humas
Gedung ICT Center – Lt.1, Jl. Adisucipto Penfui, Kupang
Email : humasundana@undana.ac.id
Phone : 0813-8590-5757