Kantor Desa Fafoe Diduga Jadi Tempat Miras dan Keributan, Warga Tak Bisa Tidur: “Adat Malaka Bukan Begini!”
Kantor Desa Fafoe Diduga Jadi Tempat Miras dan Keributan, Warga Tak Bisa Tidur: “Adat Malaka Bukan Begini!”
Fafoe(malaka), klik-infopol.com — Warga yang bermukim di sekitar Kantor Desa Fafoe kembali dibuat gelisah. Setiap malam, sekelompok pemuda dari Dusun Fafoe dan Dusun Tuasikun diduga menjadikan fasilitas negara itu sebagai “rumah pribadi”: tidur di dalam kantor desa, mabuk-mabukan, menghidupkan motor berknalpot racing, hingga bernyanyi keras tanpa henti.
“Kami yang tinggal dekat sini hampir tiap malam tidak bisa tidur. Mereka ribut, mabuk, nyanyi tidak karuan. Tegur malah marah balik. Ini bukan rumah kami? Mereka bilang begitu,” ungkap seorang warga dengan nama samaran Ninhay Hoar.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai perilaku para pemuda itu mencoreng nilai adat Malaka yang selama ini diagungkan. “Anak-anak muda selalu teriak soal adat istiadat, tapi kelakuan tidak beradab. Fasilitas pemerintah dipakai mabuk? Ini memalukan,” ujar seorang warga lain yang meminta namanya dirahasiakan.
Warga juga mempertanyakan sikap kepala desa dan para perangkat yang dianggap membiarkan keadaan. Mereka menilai aparat desa tidak menjalankan fungsi pengawasan, padahal kantor desa adalah aset negara yang tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi.
Didukung Aturan Hukum
Sejumlah pasal disebut relevan dalam situasi ini, di antaranya:
Pasal 503-505 KUHP: Mengatur larangan membuat keributan, mabuk di tempat umum, hingga perbuatan yang mengganggu ketertiban masyarakat.
UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa: Kepala desa berkewajiban menjaga ketertiban dan ketentraman warga serta melindungi fasilitas negara (Pasal 26 ayat 4).
Dengan dasar itu, warga mendesak pemerintah desa segera melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar tindakan tegas dapat dilakukan.
Harapan Warga untuk Pemerintah & Orang Tua
Warga desa Fafoe meminta kepala desa:
Menutup akses kantor desa pada malam hari
Memasang pengamanan atau gembok aset desa
Mengeluarkan imbauan resmi terkait ketertiban malam
Menggelar mediasi dengan orang tua para pemuda
Meminta patroli rutin dari aparat keamanan
Sementara kepada orang tua para pemuda, warga berharap ada pengawasan ketat agar anak-anak tidak kembali meresahkan dan mempermalukan keluarga serta kampung.
“Orang tua jangan bela kalau anak salah. Kelakuan begini hanya merusak nama baik dusun sendiri,” lanjut warga.
Warga menegaskan, kalau tidak ada tindakan tegas dalam waktu dekat, mereka siap membawa persoalan ini ke tingkat kecamatan dan kabupaten.
……………
Editor: Andry Bria
Redaksi: Klik-Infopol.com — Suara Rakyat, Fakta & Integritas






