Isu Lahan Sawit Presiden Prabowo Dibantah Keras, Hashim: Tidak Satu Hektare Pun di Indonesia
Isu Lahan Sawit Presiden Prabowo Dibantah Keras, Hashim: Tidak Satu Hektare Pun di Indonesia
Klik-Infopol.com | Nasional —
Isu yang menuding Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memiliki lahan sawit di Indonesia kembali mencuat di media sosial.
Tuduhan tersebut langsung dibantah keras oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, yang menegaskan bahwa kabar tersebut adalah fitnah dan tidak berdasar.
Hashim memastikan, Presiden Prabowo tidak memiliki lahan sawit satu hektare pun di wilayah Indonesia. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi menyesatkan yang sengaja digulirkan dan berpotensi
membentuk opini publik yang keliru.
“Saya tegaskan, Presiden Prabowo tidak punya lahan sawit satu hektare pun di Indonesia. Itu fitnah,” ujar Hashim.
Indikasi Gerakan Terstruktur di Media Sosial
Hashim mengungkapkan, tudingan kepemilikan lahan sawit terhadap Presiden Prabowo bukan sekadar isu biasa, melainkan indikasi gerakan massif dan terorganisir yang bertujuan menjelekkan nama kepala negara.
Ia menilai serangan tersebut muncul seiring dengan langkah tegas pemerintah dalam membenahi sektor sumber daya alam, khususnya perkebunan dan kehutanan.
Menurut Hashim, pihak-pihak yang paling gencar menyebarkan fitnah justru berasal dari kelompok yang selama ini diuntungkan oleh praktik korupsi dan kejahatan lingkungan, termasuk mafia minyak dan mafia sawit.
“Yang menyebarkan fitnah di media sosial adalah mereka yang bertanggung jawab atas korupsi di Indonesia. Termasuk mafia minyak, mafia sawit, dan para pelaku pembalakan hutan,” tegasnya.
Sawit Ilegal 3,7 Juta Hektare, Bukan Milik Presiden
Dalam keterangannya, Hashim juga menyinggung fakta serius soal kebun sawit ilegal yang luasnya mencapai sekitar 3,7 juta hektare di berbagai wilayah Indonesia.
Lahan-lahan tersebut, kata dia, berada di kawasan hutan lindung, taman nasional, dan wilayah yang seharusnya dilindungi oleh negara.
Ia menegaskan, lahan ilegal itu tidak ada kaitannya dengan Presiden Prabowo, melainkan dikuasai oleh ratusan perusahaan yang selama bertahun-tahun beroperasi tanpa izin dan merusak lingkungan.
“Yang punya jutaan hektare sawit ilegal itu bukan Presiden. Itu milik korporasi-korporasi yang melanggar hukum dan takut ketika negara mulai hadir,” ujar Hashim.
Klarifikasi untuk Melawan Disinformasi
Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi resmi untuk melawan disinformasi yang beredar luas di ruang digital. Hashim mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai narasi liar yang tidak didukung data dan sumber yang jelas.
Ia menilai, fitnah terhadap Presiden Prabowo merupakan bagian dari perlawanan kelompok lama yang merasa terancam oleh kebijakan penertiban, penegakan hukum, dan agenda reforma tata kelola sumber daya alam yang kini mulai dijalankan secara serius.
Publik Diminta Kritis dan Tidak Terprovokasi
Hashim juga mengajak masyarakat untuk tetap kritis dan rasional dalam menyikapi isu-isu sensitif, terutama yang menyangkut kepemimpinan nasional. Menurutnya, serangan berbasis fitnah hanya akan merusak ruang publik dan mengalihkan perhatian dari persoalan substansial yang sedang dibenahi negara.
“Kalau Presiden benar punya lahan sawit, pasti ada datanya. Faktanya, tidak ada. Jadi jangan biarkan fitnah mengalahkan akal sehat,” tutup Hashim.
Dengan klarifikasi ini, tudingan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki lahan sawit di Indonesia dapat dipastikan tidak benar. Isu tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya sistematis untuk mendiskreditkan Presiden di tengah upaya negara menertibkan praktik-praktik ilegal di sektor sumber daya alam.
—
Editor: Andry Bria
Redaksi: Klik-Infopol.com — Suara Rakyat, Fakta & Integritas






