“IRT Jadi Korban Terbanyak HIV/AIDS di Sikka: 1.225 Kasus Tercatat Sejak 2003, Petani dan Pekerja Swasta Susul Posisi”

file_00000000ab40720999aed9deffd745f5

“IRT Jadi Korban Terbanyak HIV/AIDS di Sikka: 1.225 Kasus Tercatat Sejak 2003, Petani dan Pekerja Swasta Susul Posisi”

Maumere, klik-infopol.com — Fakta mengejutkan terungkap dalam konferensi pers Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka. Tercatat sebanyak 1.225 orang terinfeksi HIV/AIDS sejak 2003 hingga Juli 2025, dan kelompok ibu rumah tangga (IRT) menjadi penderita terbanyak dengan 299 kasus.

Posisi kedua terbanyak ditempati petani sebanyak 199 penderita, disusul pekerja swasta 191 orang, kelompok tidak bekerja 67 orang, serta sopir 66 orang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana KPA Sikka, Simon Subandi, didampingi Sekretaris KPAD Sikka, Yohanes Siga, dan Kepala Dinas Infokom Sikka, Veri Awales, Kamis pagi (27/11/2025), di kantor Bupati Sikka.

Kelompok profesi lain yang turut terpapar antara lain:

Buruh dan profesi lain-lain masing-masing 54 orang,

Karyawan 52 orang,

PNS/TNI/Polri 40 orang,

Mahasiswa 35 orang,

PSK 41 orang,

Ojek 27 orang,

Nelayan 17 orang,

Satpam 9 orang,

Waria 7 orang,

Balita 24 orang,

Pelajar 13 orang,

ABK 6 orang,

Koki, perawat, dan biarawan masing-masing 1 orang.
Sebanyak 17 penderita belum diketahui profesinya.

Dari sisi jenis kelamin, 773 penderita adalah laki-laki, sementara 452 perempuan.

Temuan ini menunjukkan penyebaran HIV/AIDS sudah menjangkau lintas profesi, usia, hingga lingkungan rumah tangga. Kondisi ini menegaskan bahwa penularan terjadi bukan hanya melalui perilaku berisiko tinggi, tetapi juga melalui ketidaktahuan dan minimnya deteksi dini.

> “IRT menjadi kelompok tertinggi penderita HIV/AIDS. Ini menunjukkan penularan sudah masuk ke lingkup keluarga. Edukasi, tes dini, dan pendampingan harus diperkuat,” tegas Simon Subandi.

——
Editor: Andry Bria
Redaksi: Klik-Infopol.com — Suara Rakyat, Fakta & Integritas