Februari 4, 2026

Hujan Deras Tak Surutkan Khidmat Natal di Penfui Kupang

Screenshot_20251225-085924~2

Kolaborasi KUB dan Pesan Kesederhanaan Hati di Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui

KUPANG, 25 Desember 2025 – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Penfui Kecamatan Maulafa, Kota Kupang NTT dan sekitarnya sejak Kamis pagi (25/12/2025) tak sedikit pun menyurutkan langkah ribuan umat Katolik untuk memadati Gereja Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui.

Payung-payung yang basah tak mampu menutupi hangatnya semangat umat untuk merayakan kelahiran Sang Juru Selamat.
Misa Natal kali ini terasa istimewa dengan hadirnya kolaborasi koor yang apik dari dua Kelompok Umat Basis (KUB), yakni KUB Maria Mater Dei dan KUB Maria Assumpta. Perpaduan suara mereka berhasil menciptakan atmosfer yang megah namun tetap syahdu.

Gema “Gloria” dan Semangat Pembaruan Diri
Perayaan Ekaristi diawali dengan perarakan masuk yang diiringi lagu pembuka “Kristus Raja Damai”. Suasana semakin memuncak ketika lagu “Gloria in Excelsis Deo” menggema, memenuhi setiap sudut gereja, membawa pesan sukacita bagi seluruh umat yang hadir, baik warga paroki maupun para pendatang.

Namun, di balik kemeriahan lagu-lagu Natal, terdapat pesan mendalam yang menjadi inti perayaan tahun ini. Natal ditekankan bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, bukan pula tentang megahnya pohon terang atau gemerlap pernak-pernik hiasan.

“Natal adalah tentang hati yang dipenuhi kerendahan, hati yang mau memaafkan, hati yang menerima segala kekurangan, dan menjadi hati yang tulus ikhlas untuk semua orang,” demikian refleksi yang tersirat dalam perayaan ini.

Pesan Homily : Allah Hadir untuk yang Berdosa
Perayaan misa dipimpin oleh Romo Andreas Sika. Dalam kotbahnya yang didasarkan pada Injil Yohanes, Romo Andreas menekankan inti dari inkarnasi Allah menjadi manusia.
“Allah hadir untuk menyelamatkan umat manusia. Yesus datang bukan untuk orang yang merasa dirinya suci, melainkan untuk manusia yang berdosa, mengangkat kita, dan memperlakukan kita agar layak kembali di hadapan Tuhan,” tegas Romo Andreas di hadapan ribuan umat.

Ia mengajak seluruh umat untuk bergembira karena Juru Selamat yang dinanti-nantikan telah hadir secara nyata di tengah kehidupan manusia.

Perutusan Damai Menuju 2026
Misa diakhiri dengan berkat penutup yang khidmat. Romo memberikan perutusan kepada seluruh umat beriman untuk pulang membawa damai, memuliakan Tuhan melalui laku hidup sehari-hari, dan melayani sesama dengan kasih.

Perayaan Natal 2025 di Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui ini menjadi momentum refleksi diri yang kuat. Di tengah rintik hujan yang masih turun, umat kembali ke rumah masing-masing dengan membawa Salam Damai Natal, siap menyongsong Tahun Baru, 1 Januari 2026, dengan penuh semangat dan optimisme.
Tuhan memberkati kita semua. (Hiro Lukas)