Baru Dua Bulan Menjabat, Rumah PJ Desa Angkaes Direhab — Kantor Desa Terbengkalai, Warga Desak Audit dan Nonaktifkan PJ
Baru Dua Bulan Menjabat, Rumah PJ Desa Angkaes Direhab — Kantor Desa Terbengkalai, Warga Desak Audit dan Nonaktifkan PJ
Klik-infopol. Com|ANGKAES, 6 January 2026—Pemerintahan Desa Angkaes kembali diterpa isu serius. Penjabat (PJ) Kepala Desa Angkaes baru menjabat sekitar dua bulan, namun diduga telah merenovasi rumah pribadinya, sementara kantor Desa Angkaes justru terbengkalai dan tidak menunjukkan tanda-tanda rehabilitasi.
Kondisi ini memicu kecurigaan dan keresahan masyarakat.
Sejumlah warga menduga Dana Rehabilitasi Kantor Desa yang dibahas pada tahun anggaran 2024–2025 dialihkan untuk kepentingan pribadi, yakni renovasi rumah PJ Desa Angkaes.
Dugaan tersebut menguat karena hingga kini kantor desa tidak direhab, bahkan terkesan dibiarkan tidak terurus.
Salah satu narasumber masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan dan menggunakan nama samaran “Rockybet Seran” menyampaikan bahwa renovasi rumah PJ Desa Angkaes dilakukan saat masa jabatannya masih sangat singkat.
“Baru sekitar dua bulan menjabat, tapi rumah PJ sudah direhab. Sementara kantor desa tidak disentuh sama sekali,” ungkap narasumber tersebut.
Menurut warga, kondisi kantor desa mencerminkan tidak adanya perhatian serius dari PJ Desa Angkaes bersama perangkat dan aparat yang dipimpinnya.
Kantor desa kerap kosong, fasilitas tidak terawat, bahkan pada malam hari sering tampak gelap tanpa aktivitas.
Ironisnya, selama PJ Desa Angkaes menjabat, masyarakat menilai tidak ada pembangunan nyata yang dirasakan. Tidak terlihat program prioritas, tidak ada progres fisik yang jelas, dan pelayanan administrasi dinilai stagnan.
“Selama PJ ini menjabat, kami tidak melihat ada pembangunan apa pun di desa,” tegas warga.
DUA MASALAH SERIUS: DUGAAN PENYALAHGUNAAN ANGGARAN & DISIPLIN APARAT
Selain dugaan pengalihan anggaran, masyarakat juga menyoroti buruknya disiplin aparatur desa. Sekretaris Desa (Sekdes) Angkaes disebut tidak pernah berkantor dalam waktu lama, namun PJ Desa Angkaes tidak pernah memberikan teguran atau tindakan tegas.
Lebih jauh, warga menilai perangkat dan aparat desa yang diangkat oleh PJ Desa Angkaes bekerja tidak sesuai mekanisme dan aturan pemerintahan desa.
Hal ini memperkuat asumsi publik bahwa tata kelola pemerintahan desa berjalan tanpa pengawasan yang memadai.
DESAKAN WARGA: NONAKTIFKAN PJ & AUDIT MENYELURUH
Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Angkaes mendesak agar PJ Desa Angkaes dinonaktifkan sementara, guna mempermudah proses pemeriksaan dan mencegah potensi konflik kepentingan.
Warga juga secara tegas meminta Inspektorat Kabupaten Malaka segera turun tangan melakukan audit menyeluruh, khususnya terhadap:
penggunaan Dana Rehabilitasi Kantor Desa tahun anggaran 2024–2025,
realisasi fisik kegiatan desa,
serta kinerja dan disiplin aparatur desa.
“Kami minta Inspektorat turun audit. Kalau memang tidak salah, buktikan dengan laporan dan hasil fisik. Tapi kalau salah, harus ditindak,” tegas warga.
BELUM ADA KLARIFIKASI RESMI
Hingga berita ini diturunkan, PJ Desa Angkaes belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan renovasi rumah pribadi, penggunaan anggaran rehab kantor desa, maupun sorotan terhadap kinerja perangkat desa.
Masyarakat menegaskan, kritik ini bukan bentuk kebencian personal, melainkan upaya menjaga uang rakyat agar tidak disalahgunakan dan memastikan pemerintahan desa berjalan sesuai aturan.
Pesan warga jelas:
jabatan adalah amanah, dana desa adalah uang publik, dan setiap dugaan penyimpangan wajib diaudit secara terbuka.
—
Editor: Andry Bria
Redaksi: Klik-Infopol.com — Suara Rakyat, Fakta & Integritas






